Senin, 28 November 2011
Tenggelamnya KM.Dumai Express 10
Kecelakaan kapal kembali terjadi di tanah air. Tiga kapal mengalami musibah di wilayah berbeda dalam waktu hampir bersamaan kemarin (22/11). Sebuah kapal feri tenggelam, sedangkan dua kapal lain kandas setelah dihantam gelombang di Kepulauan Riau. Dalam musibah terakhir, seluruh penumpang selamat.
Feri Dumai Express 10 milik PT Lestari Indoma Bahari yang berangkat dari Pelabuhan Sekupang, Batam, dengan tujuan Dumai, Riau, tenggelam sekitar pukul 09.30. Kapal tersebut tenggelam setelah pecah menjadi dua akibat dihantam gelombang sekitar 4-6 meter di perairan Yu Kecil atau Takong Hiu di Kabupaten Karimun atau sekitar 8 mil dari Pelabuhan Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau. Lokasi tenggelamnya kapal berada di 01.12. 500 U dan 103. 20. 3.30 T. Kapal nahas tersebut tenggelam setelah satu setengah jam perjalanan dari Batam.
Berdasar informasi yang dihimpun Batam Pos (Jawa Pos Group), korban tewas berjumlah 23 orang. Tetapi, mengutip keterangan Danlanal Tanjungbalai Karimun Letkol Laut (P) Edwin, kantor berita AFP melaporkan bahwa sampai pukul 20.00 tadi malam 26 orang ditemukan tewas.
Boru Tampubolon, salah seorang penumpang selamat, kepada Batam Pos bertutur bahwa sebelum terjadi musibah itu, dirinya duduk di bagian bawah atau palka kapal. Tiba-tiba, kata dia, kapal oleng setelah dihantam gelombang. Penumpang yang semula duduk tenang berubah panik. Sebagian menangis dan berteriak meminta tolong ''Kapal diombang-ambingkan ombak dan pecah di bagian depan. Air pun masuk kapal,'' ceritanya.
Boru lantas berusaha menyelamatkan diri dengan mengambil jaket pelampung. Sementara penumpang yang lain panik. Dalam hitungan menit, air memenuhi bagian depan kapal. Penumpang yang ada di bagian depan kapal berlari ke belakang. Kapal itu pun oleng dan kemudian tenggelam.
Seorang penumpang lain yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, sebelum kapal tenggelam, ABK (anak buah kapal) sempat memberikan petunjuk kepada para penumpang. Tiga sekoci diturunkan untuk membantu evakuasi penumpang. ''Setelah dihantam gelombang dan terombang-ambing sekitar 15 menit, kapal akhirnya tenggelam,'' ujarnya.
Secara terpisah, kepada Batam Pos, Letkol Laut (P) Edwin menyebutkan, berdasar manifest, jumlah penumpang Dumai Express 10 tercatat 213 orang. Tapi, menurut keterangan nakhoda Johan Hutajulu yang selamat, saat itu Dumai Express 10 mengangkut 255 penumpang ditambah 14 awak.
''Berdasar pengakuan nakhoda, kapal pecah dihantam ombak sekitar pukul 09.28 dan tenggelam sekitar pukul 10.00. Jadi, ada jeda sekitar setengah jam sebelum kapal tenggelam,'' paparnya. Johan sempat meminta bantuan kepada petugas di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun dan memberitahukan posisi mereka. Saat itu dia menginformasikan bahwa kapal berada kurang satu mil menjelang Takong Hiu.
Kapal penyelamat pertama yang diberangkatkan adalah Ocean Indoma. Selanjutnya kapal Baruna menyusul. Satu jam kemudian, menyusul kapal Dumai Express 8 yang baru membawa penumpang dari Batam dengan tujuan Tanjungbalai Karimun. Sebuah sekoci yang memuat penumpang selamat dievakuasi Baruna. Sekoci itu diikat dengan tali, lalu ditarik mendekati kapal. Mereka bisa dievakuasi setelah kapal berukuran kecil milik PT Pelindo serta Pangkalan TNI-AL (Lanal) Tanjungbalai membantu.
Begitu dinaikkan ke kapal Pelindo dan Lanal, mereka dibawa ke pulau mercusuar Takong Hiu yang dijaga TNI-AL atau tidak terlalu jauh dari lokasi kejadian. Menurut Edwin, jumlah penumpang yang selamat dan dievakuasi ke darat 218 orang. Selain diselamatkan kapal feri, sebagian penumpang dibantu kapal nelayan yang kebetulan melintas. Edwin menyebut, Dumai Express 10 saat itu tidak dalam kondisi kelebihan penumpang (overcapacity). Berdasar data, kapal itu memiliki kapasitas hingga 265 orang. Alat keselamatan Dumai Express 10 juga berfungsi dengan baik.
Dari data yang dihimpun Batam Pos, korban tewas termasuk sembilan wanita dewasa dan seorang pria dewasa. Lalu, seorang bayi perempuan dan dua balita ikut tewas. Sedangkan yang dirawat di rumah sakit berjumlah 13 orang. Dari korban tewas, salah seorang di antaranya Bohin alias Boeng, bos PT Lestari Indoma Bahari, pemilik feri Dumai Express 10. Saat itu dia berada dalam feri Dumai Express 10. Jenazahnya ditemukan sekitar pukul 14.30 oleh kapal feri Dumai Express 19 yang turut membantu pencarian korban.
Bahtiar, pelaksana harian (Plh) Syahbandar Tanjungbalai Karimun, membenarkan soal tewasnya Bohin. ''Jenazah pemilik Dumai Express sudah dievakuasi,'' tuturnya. Sementara itu, kapal MV Dumai Express 15 dan Marina Batam 10 yang dicarter dari Batam dengan tujuan Pulau Moro, kandas setelah menghantam karang. Kedua kapal itu kandas di Perairan Pasai, Desa Keban, Moro, sekitar pukul 10.30. Sekitar 500 penumpang kedua kapal, yang akan menghadiri Hari Khatina ke-2553 di Vihara Dharma Diepa Moro, dievakuasi dengan speedboat Bintang Moro serta kapal nelayan.
Sumber: http://www.bogor.net/index.php?option=com_content&view=article&id=2238&Itemid=53
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar