My first blog
This blog is where I put all my story about my life family friends and love.
Senin, 28 November 2011
Kebocoran Km.Dumai Express 18
Feri Dumai Express 18 tujuan Tanjung Balai Karimun dan Kota Batam, yang membawa 263 penumpang, kemarin (28/9) pukul 08.15 WIB, nyaris tenggelam.
Penyebabnya kebocoran pada ruang mesin dikarenakan selang air pendingin pecah.
Informasi yang dihimpun di Terminal Penumpang PT Pelabuhan I Cabang Dumai dan sejumlah penumpang menyebutkan, sebelum kebocoran terjadi, para penumpang mendengarkan adanya ledakan cukup keras sebanyak satu kali, kemudian mesin mati. Beberapa menit kemudian, mesin kembali beroperasi dan kapal berlayar.
Hanya saja, tak sampai 10 menit, kapal kembali berhenti dan ditemukan adanya kebocoran di bagian kamar mesin. Petugas mesin langsung menyampaikan ke nakhoda kapal, selanjutnya menyampaikan kepada para penumpang. Adanya kejadian itu membuat para penumpang panik, sementara anak-anak menangis.
Sebagian lagi naik ke atas kapal mencari selamat sambil membawa pelampung.
Akibat kebocoran itu, ruang penumpang lantai dasar digenangi air laut sedalam sekitar 60 cm. Melihat air laut masuk ke dalam kapal, para penumpang makin panik dan menjerit histeris.
Feri Dumai Express 18 bocor di Perairan Rupat atau sekitar 200 meter dari Jembatan Terkul. "Pada saat kebocoran terjadi, petugas kamar mesin langsung menyampaikan ke nakhoda kapal, selanjutnya mereka menghubungi syahbandar terdekat. Adanya laporan atas kejadian itu, kita meminta nakhoda kapal mencari pelabuhan terdekat untuk proses evakuasi," kata H Sumarno dari Bagian Pengawasan didampingi Jufrizal dari Humas Adpel Dumai.
Selanjutnya proses evakuasi penumpang dan barang dilakukan dengan mengerahkan feri Indomal 2 dan 5. Prosesnya berjalan lancar dan tak ada korban jiwa maupun material atas kejadian tersebut. Seluruh penumpang dievakuasi di Terminal Penumpang PT Pelabuhan I Dumai berikut barang bawaannya.
Sedangkan feri Dumai Express 18 yang mengalami kebocoran pada kamar mesin ditarik ke pantai terdekat, selanjutnya akan ditarik ke Dumai untuk proses penyidikan oleh Adpel Dumai untuk mengetahui kejadian tersebut. Penumpang berjumlah 263 orang menjadi tanggung jawab PT Pelnas Lestari Indomabahari, pemilik feri, untuk memberangkatkan mereka kembali ke daerah tujuan.
Kapolsek KPPP Dumai AKP Saharuddin ZK didampingi anggota DPRD Dumai Timo Kipda dan Kasat Pol Air AKP Abdulah Hariri usai pertemuan dengan pemilik kapal mengungkapkan proses keberangkatan akan dilakukan Selasa (29/9) pukul 06.30 WIB. Selama di Dumai, seluruh akomodasi, penginapan, dan lainnya sepenuhnya tanggung jawab Dumai Express. “Sebelum diberangkatkan lagi, penumpang diberi penginapan atau hotel.
Biaya akomodasi dan konsumsi ditanggung perusahaan pelayaran. Sedangkan untuk penumpang yang batal berangkat lebih-kurang 15 orang, dan uang tiketnya telah dikembalikan serta diberi bantuan biaya akomodasi dan konsumsi oleh agen Dumai Express,” kata AKP Saharudin.
Dalam musibah itu, upaya penyelamatan aparat sangat cepat dengan melibatkan Polisi KPPP, Sat Polair Polresta Dumai, Sat Polair Mabes Polri, SAR TNI AL, Sat Polair Bengkalis, Polsek Rupat, dibantu perahu-perahu pompong masyarakat. “Tidak ada korban manusia, hanya kerusakan pada kapal Dumai Expres 18," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Pengawasan Adpel Dumai H Sumarno mengatakan, sebelum Lebaran, seluruh fisik kapal sudah dicek. Mengenai penumpang, telah sesuai dengan jumlah kursi sebanyak 263. Hanya saja, yang namanya musibah, tiada siapa yang tahu. “Untuk mengungkap penyebab dari pecahnya selang air pendingin tersebut, setelah ditutup titik kebocoran, feri akan ditarik ke Dumai,"jelasnya.
Sumber:http://www.jambi-independent.co.id/jio/index.php?option=com_content&view=article&id=3870:feri-dumai-express-bocor&catid=25:nasional&Itemid=29
Tenggelamnya KM.Dumai Express 10
Kecelakaan kapal kembali terjadi di tanah air. Tiga kapal mengalami musibah di wilayah berbeda dalam waktu hampir bersamaan kemarin (22/11). Sebuah kapal feri tenggelam, sedangkan dua kapal lain kandas setelah dihantam gelombang di Kepulauan Riau. Dalam musibah terakhir, seluruh penumpang selamat.
Feri Dumai Express 10 milik PT Lestari Indoma Bahari yang berangkat dari Pelabuhan Sekupang, Batam, dengan tujuan Dumai, Riau, tenggelam sekitar pukul 09.30. Kapal tersebut tenggelam setelah pecah menjadi dua akibat dihantam gelombang sekitar 4-6 meter di perairan Yu Kecil atau Takong Hiu di Kabupaten Karimun atau sekitar 8 mil dari Pelabuhan Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau. Lokasi tenggelamnya kapal berada di 01.12. 500 U dan 103. 20. 3.30 T. Kapal nahas tersebut tenggelam setelah satu setengah jam perjalanan dari Batam.
Berdasar informasi yang dihimpun Batam Pos (Jawa Pos Group), korban tewas berjumlah 23 orang. Tetapi, mengutip keterangan Danlanal Tanjungbalai Karimun Letkol Laut (P) Edwin, kantor berita AFP melaporkan bahwa sampai pukul 20.00 tadi malam 26 orang ditemukan tewas.
Boru Tampubolon, salah seorang penumpang selamat, kepada Batam Pos bertutur bahwa sebelum terjadi musibah itu, dirinya duduk di bagian bawah atau palka kapal. Tiba-tiba, kata dia, kapal oleng setelah dihantam gelombang. Penumpang yang semula duduk tenang berubah panik. Sebagian menangis dan berteriak meminta tolong ''Kapal diombang-ambingkan ombak dan pecah di bagian depan. Air pun masuk kapal,'' ceritanya.
Boru lantas berusaha menyelamatkan diri dengan mengambil jaket pelampung. Sementara penumpang yang lain panik. Dalam hitungan menit, air memenuhi bagian depan kapal. Penumpang yang ada di bagian depan kapal berlari ke belakang. Kapal itu pun oleng dan kemudian tenggelam.
Seorang penumpang lain yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, sebelum kapal tenggelam, ABK (anak buah kapal) sempat memberikan petunjuk kepada para penumpang. Tiga sekoci diturunkan untuk membantu evakuasi penumpang. ''Setelah dihantam gelombang dan terombang-ambing sekitar 15 menit, kapal akhirnya tenggelam,'' ujarnya.
Secara terpisah, kepada Batam Pos, Letkol Laut (P) Edwin menyebutkan, berdasar manifest, jumlah penumpang Dumai Express 10 tercatat 213 orang. Tapi, menurut keterangan nakhoda Johan Hutajulu yang selamat, saat itu Dumai Express 10 mengangkut 255 penumpang ditambah 14 awak.
''Berdasar pengakuan nakhoda, kapal pecah dihantam ombak sekitar pukul 09.28 dan tenggelam sekitar pukul 10.00. Jadi, ada jeda sekitar setengah jam sebelum kapal tenggelam,'' paparnya. Johan sempat meminta bantuan kepada petugas di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun dan memberitahukan posisi mereka. Saat itu dia menginformasikan bahwa kapal berada kurang satu mil menjelang Takong Hiu.
Kapal penyelamat pertama yang diberangkatkan adalah Ocean Indoma. Selanjutnya kapal Baruna menyusul. Satu jam kemudian, menyusul kapal Dumai Express 8 yang baru membawa penumpang dari Batam dengan tujuan Tanjungbalai Karimun. Sebuah sekoci yang memuat penumpang selamat dievakuasi Baruna. Sekoci itu diikat dengan tali, lalu ditarik mendekati kapal. Mereka bisa dievakuasi setelah kapal berukuran kecil milik PT Pelindo serta Pangkalan TNI-AL (Lanal) Tanjungbalai membantu.
Begitu dinaikkan ke kapal Pelindo dan Lanal, mereka dibawa ke pulau mercusuar Takong Hiu yang dijaga TNI-AL atau tidak terlalu jauh dari lokasi kejadian. Menurut Edwin, jumlah penumpang yang selamat dan dievakuasi ke darat 218 orang. Selain diselamatkan kapal feri, sebagian penumpang dibantu kapal nelayan yang kebetulan melintas. Edwin menyebut, Dumai Express 10 saat itu tidak dalam kondisi kelebihan penumpang (overcapacity). Berdasar data, kapal itu memiliki kapasitas hingga 265 orang. Alat keselamatan Dumai Express 10 juga berfungsi dengan baik.
Dari data yang dihimpun Batam Pos, korban tewas termasuk sembilan wanita dewasa dan seorang pria dewasa. Lalu, seorang bayi perempuan dan dua balita ikut tewas. Sedangkan yang dirawat di rumah sakit berjumlah 13 orang. Dari korban tewas, salah seorang di antaranya Bohin alias Boeng, bos PT Lestari Indoma Bahari, pemilik feri Dumai Express 10. Saat itu dia berada dalam feri Dumai Express 10. Jenazahnya ditemukan sekitar pukul 14.30 oleh kapal feri Dumai Express 19 yang turut membantu pencarian korban.
Bahtiar, pelaksana harian (Plh) Syahbandar Tanjungbalai Karimun, membenarkan soal tewasnya Bohin. ''Jenazah pemilik Dumai Express sudah dievakuasi,'' tuturnya. Sementara itu, kapal MV Dumai Express 15 dan Marina Batam 10 yang dicarter dari Batam dengan tujuan Pulau Moro, kandas setelah menghantam karang. Kedua kapal itu kandas di Perairan Pasai, Desa Keban, Moro, sekitar pukul 10.30. Sekitar 500 penumpang kedua kapal, yang akan menghadiri Hari Khatina ke-2553 di Vihara Dharma Diepa Moro, dievakuasi dengan speedboat Bintang Moro serta kapal nelayan.
Sumber: http://www.bogor.net/index.php?option=com_content&view=article&id=2238&Itemid=53
About me
Hello my name is Tri Hadi Rianto you can call me Tri .I'm the third child of three brotherhoods,I have one brother and one sister.My sisters name is Antarest Ayu Hadi Eka Riesty such a long name isn't it?yup thats my sister she was born on march 26,1982 maybe she's about 29 now she lives in Singapore now because her husband works in Mount Elizabeth as an IT director she has 2 daughters its called aurel and zahra.And now lets move to my brother ok he's name is R.Dwi Hadi Aprianto what does R stands for?R stands for Raden in the middle java if you have a blue blood your name has to begin with R in the front ye my dad is from kraton Jogja he's great great-grandfather is hamengku buwono 3 the king in keraton Jogja.My brother was born on april 22,1985 he's 26 now he lives with me in jakarta he works in a restaurant called B'Pie & Pudding as a General Chef.Ok now I'm the third one of my family I love to eat my favorite food is sushi and other japanese food,I like Burger King and other junk food.My hobby is to eat and maybe tunning my car or my friends car.Now I'll tell you about my schools.on 1998 to 1999 I went to Cendana Kindergarden in Dumai.In 1999 I went to Chatsworth International school Singapore to attend my Elementary class in 2004 when I was on the 5th grade I have to move to Indonesia because my dad passed away.In Indonesia I went to Hang Tuah 6.in 2005-2008 I went to Barunawati 3 to attend my secondary class.on 2008-2011 I went to Cikini School of technical engineenering.2011- Present I attend at STMT Trisakti,School of Marine Transport Management.
Langganan:
Postingan (Atom)






